Artikel Rohani

THIS IS YOUR DAY

Friday No matter what’s going on in your life right now or how many times you’ve tried to learn more about God’s power in your life, be encouraged—there is hope! Pastor Benny Hinn taught on the unlimited Jesus during the recent Miracle Healing Service, and mighty miracles followed. Your life can be tran…

Renungan Harian Kristen: Saat Mulai Sibuk (SMS)

Hei guys, ketahuilah, bahwa Iblis tidak pernah berhenti berusaha untuk membuat iman kita gugur (Luk 22:31-32) dan memisahkan kita dari kasih Allah (Rom 8:38-39). Ia akan lakukan berbagai cara, agar rencana liciknya itu boleh berjalan dengan baik. Dan, cara yang hampir selalu berhasil adalah dengan cara membuat kita sibuk, hingga kita tidak lagi memiliki waktu untuk Tuhan. Iya, Iblis akan berusaha membuat waktu kita TERSITA HABIS dengan berbagai kesibukan, hingga kita tidak lagi memiliki waktu untuk berdoa, membaca Alkitab, beribadah, melayani Dia dan yang serupa dengan itu. Tentu saja, Iblis akan membuat semua kesibukan itu begitu masuk akal, agar kita tidak merasa terlalu bersalah, saat kita ‘terpaksa’ harus mengorbankan waktu-waktu yang semestinya kita sediakan bagi Tuhan. Awalnya, hanya sedikit waktu yang akan tersita, supaya kita tidak terlalu merasa bersalah.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Iblis pun semakin meningkatkan kesibukan kita, agar makin banyak lagi waktu-waktu kita yang tersita. Dan, tanpa kita sadari, seiring dengan makin banyak waktu kita bagi Tuhan yang tersita, maka iman kita pun mulai merosot dan kita pun makin menjauh dari Dia. Jika hal itu sampai terjadi di dalam hidup kita, sesungguhnya Iblis telah makin dekat dengan rencana liciknya. Karena itu, waspadalah, saat kita mulai begitu sibuk, hingga waktu kita untuk Tuhan mulai tersita. Kita mungkin telah ada di depan dari perangkap dan rencana licik si Iblis, untuk membuat iman kita gugur dan memisahkan kita dari kasih Allah. Jika itu yang terjadi, segeralah bertobat, sebelum segala sesuatunya terlambat. Akhirnya, ingat, sesibuk apapun urusan kita, janganlah pernah terbersit untuk mengorbankan waktu-waktu kita untuk Tuhan. Aturlah waktu kita dengan sebaik mungkin. Happy Monday, GBU all & tetap semangattthhh.

Belajar Dari Kupu-Kupu

Suatu hari ada seorang anak laki laki sedang memperhatikan sebuah kepompong …. Eeh ternyata didalamnya ada kupu-kupu…yang sedang berjuang untuk melepaskan diri dari dalam kepompong.

Kelihatannya ..begitu sulitnya..

Si anak laki laki tersebut merasa kasihan pada kupu-kupu tersebut dan berpikir cara untuk membantu si kupu kupu agar bisa keluar dgn mudah.

Akhirnya si anak laki-laki tadi menemukan ide dan segera  mengambil gunting, membantu memotong kepompong agar kupu-kupu bisa segera keluar dari sana.

Alangkah senang dan leganya si anak laki-laki tersebut.Tetapi apa yang terjadi ??? Si kupu-kupu  memang bisa keluar dari sana, tetapi kupu-kupu  tersebut tidak dapart terbang, hanya dapart merayap. Apa sebabnya???

Ternyata bagi seekor kupu-kupu yang sedang berjuang dari kepompongnya tersebut, yaitu  pada saat dia mengerahkan seluruh tenaganya, ada suatu cairan didalam tubuhnya yang mengalir dengan kuat ke seluruh tubuhnya yang membuat sayapnya bisa mengembang sehingga ia dapat terbang, tetapi karena tidak ada lagi perjuangan tersebut,  maka sayapnya tidak dapart mengembang sehingga jadilah ia seekor kupu-kupu yang hanya dapat merayap.

Kadangkala good intention, niat baik kita belum tentu menghasilkan sesuatu yang baik. Sama seperti pada saat kita mengajar anak kita. Kadangkala kita sering  membantu mereka karena kasihan/rasa sayang, tapi sebenarnya malah membuat mereka tidak mandiri. Membuat potensi dalam dirinya tidak berkembang. Mematikan kreativitas, karena kita tidak tega melihat mereka mengalami kesulitan, yang sebenarnya jika mereka berhasil melewatinya, mereka justru menjadi KUAT.

Demikian juga pada saat kita sedang harus berjuang menghadapi sesuatu, jangan mengharapkan bantuan orang lain , berjuanglah dahulu dengan mengerahkan segala kemampuanmu..justru itu akan membuatmu kuat..

Hidup penuh dgn PERJUANGAN yang harus kita lewati……..

supaya “SAYAP” kita bisa terkembang dgn sempurna, untuk kita pakai “TERBANG” melewati masalah kita. Ingat ! Bersama Tuhan Yesus kita sanggup lakukan perkara-perkara yang besar. Tuhan Beserta Kita. Amien!

Yang mau menikah maju

Seorang pendeta dijadwalkan akan memimpin upacara pemberkatan nikah setelah kebaktian Minggu.

Ketika kebaktian akhirnya selesai, ia pun akan memanggil pasangan yang akan dinikahkan itu. Namun, pak pendeta tersebut tiba-tiba lupa nama pasangan yang akan menikah itu, jadi ia pun berkata, “Yang mau menikah, tolong maju ke depan ….”

Dan segera, empat gadis, tiga janda, empat duda, dan enam pemuda berebut maju ke depan.

MASUK SURGA

Pendeta Abdul sedang mengajar Sekolah Minggu.

“Anak-anak, kalo saya menjual mobil dan rumah saya yang garasinya gede, lalu memberikan semua hasil penjualan itu ke gereja, apakah saya bisa masuk surga?” tanya Pendeta Abdul.“Tidak!!” jawab anak-anak serempak.“Nah, kalo saya membersihkan gereja tiap hari, memotongi rumputnya, dan memastikan segala sesuatu yang ada di gereja selalu rapi dan bersih, bisa nggak saya masuk surga?” tanya Pendeta Abdul lagi.Anak-anak menjawab lagi, “Nggak bisa!”“Baiklah. Kalo sekarang saya seorang penyayang binatang dan suka memberi permen ke anak-anak, dan mencintai istri saya dengan sepenuh hati, sudah bisakah saya masuk surga?” Pendeta Abdul bertanya lagi.Sekali lagi jawaban anak-anak, “Nggak bisa!”“Ok, Ok,” lalu ia meneruskan, “Jadi gimana donk caranya masuk surga?”Seorang bocah berusia 5 tahun berteriak keras, “Bapak Pendeta harus mati dulu!”

/Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.* (Matius 7:21)

Wawancara Dengan Tuhan

Bahwa mereka mengorbankan kesehatan mereka demi menghasilkan uang dan kemudian menggunakan uang itu untuk memulihkan kesehatan mereka kembali.

Mereka begitu cemas tentang masa depan, tapi mereka lupa untuk hidup di saat ini, akhirnya mereka tidak hidup di masa kini maupun di masa depan.

Mereka hidup seolah-olah mereka tidak akan pernah mati, dan akhirnya mereka mati seperti mereka tidak pernah hidup.”

Tuhan menaruh tangan saya di atas tangannya dan kami terdiam sebentar. Kemudian aku bertanya,

“Sebagai orangtua, pelajaran hidup seperti apa yang Anda ingin agar anak-anak Anda pelajari?”
Tuhan menjawabnya sambil tersenyum, “Belajar bahwa mereka tidak bisa membuat orang lain mencintai mereka. Yang mereka bisa lakukan hanyalah membiarkan diri mereka dicintai.

Untuk belajar bahwa tidak baik membandingkan diri mereka dengan orang lain. Setiap orang akan di hakimi atas tindakannya masing-masing, bukan berdasarkan perbandingan antara satu sama lin.

Belajar bahwa orang kaya bukanlah mereka yang memiliki banyak hal, namun mereka yang memiliki kebutuhan paling sedikit.

Mereka juga harus belajar hanya membutuhkan beberapa detik untuk melukai orang yang kita cintai, dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyembuhkan mereka.

Belajar untuk memaafkan dengan menerapkan pengampunan. Belajar bahwa ada orang yang sangat mencintai dirinya, namun orang itu tidak tahu bagaimana caranya untuk mengungkapkan atau menunjukkan perasaannya itu.

Belajar bahwa uang bisa membeli segalanya kecuali kebahagiaan.
Belajar bahwa dua orang dapat melihat satu hal yang sama namun memiliki dua pendapat yang jauh berbeda.

Belajar bahwa teman sejati adalah seseorang yang tahu segala sesuatu tentang hidupnya… namun tetap mengasihinya.”

Saya duduk disana sambil menikmati kunjungan saya di rumah Tuhan itu.

Lalu saya mengakhirnya dengan berterima kasih atas waktu-Nya dan atas semua yang telah Ia lakukan untuk saya dan keluarga saya.

Dia menjawab, “Tentu. Kapan saja, 24 jam saya ada disini. Yang Anda harus lakukan hanyalah bertanya pada saya dan saya akan menjawabnya.”
Sumber : Inspirationalstories.com

HIDUP DALAM KEKUDUSAÑ
“Siapa menyembunyikan pelanggarannya tdk akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.”
Amsal 28:13

Jika kita ingin terlepas dari dosa, kita harus mengaku dosa dan bersedia meninggalkannya.

Ayat renungan kita diatas mengatakan, orang yg mengaku dosa disayang Tuhan.

Tetapi mengaku dosa saja belumlah cukup.

Ada langkah berikutnya, yakni bersedia meninggalkannya, sebab jika tidak, kita akan binasa.

Simak kata Alkitab berikut ini :

“Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.”
Amsal 29:1

Tuhan mau melepaskan kita dari dosa, asalkan kita menyadari dosa kita, mengaku dan bersedia meninggalkannnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s