SESUATU YANG KEKAL

1Korintus 13:1-13
“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih” (1Korintus 13:13)

Ilmuwan dan penulis terkenal Henry Drummond (1857-1897) melakukan penelitian geologi tentang Afrika Selatan dan menuliskan karya yang sangat berguna mengenai daerah tropis Afrika. Namun, orang lebih mengingatnya karena buku yang ditulisnya mengenai kasih, The Greatest Thing In The World (Hal Terbesar di Dunia).

Drummond menulis, “Apabila Anda merunut masa lampau, melebihi semua kesenangan hidup yang fana, Anda akan menemukan momen-momen penting ketika Anda dimampukan melakukan perbuatan-perbuatan baik yang tidak terlihat kepada orang-orang di sekeliling Anda, hal-hal yang terlalu remeh untuk dibicarakan…. Dan hal-hal ini tampaknya menjadi sesuatu, satu-satunya dari keseluruhan hidup seseorang, yang tetap tinggal.”

Paulus mengingatkan bahwa berbagai karunia menakjubkan dan perbuatan besar mungkin tak lebih dari suara kosong (1Korintus 13:1). Usaha-usaha terbaik kita-jika tanpa kasih tak ada gunanya. “Sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, … tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku” (ayat 3). Justru sebuah tindakan kasih yang tampaknya kecil dapat berarti penting dalam kekekalan.

Entah berapa umur kita atau bagaimana status kita, kita semua dapat berusaha mengasihi orang lain seperti Allah mengasihi mereka. Kita bisa meraih hal-hal yang besar memperoleh ketenaran dan kekayaan tetapi yang terbesar adalah mengasihi. Karena dari semua yang telah kita lakukan, atau akan kita lakukan, hanya kasih yang bertahan. Kita pergi, tetapi kasih tetap tinggal.

DEMIKIANLAH TINGGAL KETIGA HAL INI,
YAITU IMAN, PENGHARAPAN, DAN KASIH,
DAN YANG PALING BESAR DI ANTARANYA IALAH KASIH 1Korintus 13:13

Posted in Artikel Rohani | Leave a comment

SEGALA PUJIAN HANYA BAGI TUHAN

Keluaran 5:1-21 NATS: Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur! (Keluaran 15:1) Jika Anda mencari pola pujian dan penyembahan, Anda cukup melihat Keluaran 15. Di sana Anda mendapati bangsa Israel mencurahkan hormat kepada Allah. Orang-orang itu baru saja mengalami satu penyelamatan terbesar dalam sejarah. Tuhan telah melindungi mereka dari amukan bangsa Mesir, dan pujian-pujian mereka mencerminkan keyakinan kepada Allah yang diperbarui, yang terjadi pada mereka karena peristiwa ini. Menumpahkan pujian secara meluap-luap kepada Allah ketika kita melihat-Nya bekerja dengan cara-cara yang luar biasa dan ajaib adalah hal yang tepat. Namun itu bukanlah satu-satunya waktu di mana Dia layak mendapatkan penghormatan dari kita. Kita justru lebih sering menunggu Allah memberi jawaban yang luar biasa terhadap doa sebelum kita bersedia menyanyikan pujian bagi-Nya. Namun renungkan hal ini: Allah tidak berutang keajaiban apa pun kepada kita. Dia tidak perlu melakukan sesuatu untuk membuktikan kebesaran-Nya. Dia telah memberikan kepada kita gambaran kuasa-Nya yang luar biasa dalam ciptaan-Nya. Dia telah melakukan pengurbanan terbesar untuk membayar penebusan kita. Melalui kuasa-Nya, Dia telah melakukan transaksi paling ajaib yang pernah dikenal umat manusia Dia membawa kita dari kematian rohani menuju kehidupan rohani. Apakah Anda menunggu keajaiban? Allah telah banyak melakukannya. Dengan mengingat apa yang telah Dia lakukan dan menirukan pujian dalam Keluaran 15, mari kita menyembah Allah tanpa syarat. PUJIAN DARI SETIAP HATI ANAK-ANAK TUHAN BIARLAH MENGALIR SECARA ALAMI DARI HATI YANG PENUH DENGAN UCAPAN SYUKUR.

Posted in KomSel | Leave a comment

Welcome to GKRI DUTA KRISTUS BALI

Yohanes 14.6 “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku”

Yesus-sumber-terang

Yesus-sumber-terang

Aside | Posted on by | Leave a comment